Selasa, 23 Desember 2014

Apa Bedanya Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO) Kelapa Sawit ???

          
            Crude Palm Oil (CPO)/Minyak Sawit Kasar merupakan hasil olahan daging buah kelapa sawit melalui proses perebusan Tandan Buah Segar (TBS), perontokan, dan pengepresan. CPO ini diperoleh dari bagian mesokarp buah kelapa sawit yang telah mengalami beberapa proses, yaitu sterilisasi, pengepresan, dan klarifikasi.  Minyak ini merupakan produk level pertama yang dapat memberikan nilai tambah sekitar 30% dari nilai tandan buah segar. 
 
CPO dapat digunakan sebagai bahan baku industri minyak goreng, industri sabun, dan industri margarin. Dilihat dari proporsinya, industri yang selama ini menyerap CPO paling besar adalah industri minyak goreng (79%), kemudian industri oleokimia (14%), industri sabun (4%), dan sisanya industri margarin (3%). Pemisahan CPO dan PKO dapat menghasilkan oleokimia dasar yang terdiri atas asam lemak dan gliserol. Secara keseluruhan proses produksi minyak sawit tersebut dapat menghasilkan 73% olein, 21% stearin, 5% Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), dan 0.5% buangan.  Komponen asam lemak yang terdapat dalam CPO disajikan pada Tabel 27 sedangkan sifat fisiko kimianya dapat dilihat pada Tabel 28. 

Tabel 27. Komposisi asam lemak dari CPO
Asam Lemak
Rantai C
Komposisi (% b/b)
Asam Laurat
12:0
0,2
Asam Miristat
14:0
1,1
Asam Palmitat
16:0
44,0
Asam Stearat
18:0
4,5
Asam Oleat
18:1
39,2
Asam Linoleat
18:2
10,1
 
Tabel 28. Sifat fisiko kimia CPO

Sifat Fisiko Kimia
Nilai
Trigliserida
95 %
Asam lemak bebas (FFA)
2 – 5 %
Warna (5 ¼ ” Lovibond Cell)
Merah orange
Kelembaban & Impurities
0.15 – 3.0 %
Bilangan Peroksida
1 -5.0 (meq/kg)
Bilangan Anisidin
2 – 6 (meq/kg)
Kadar β-carotene
500-700 ppm
Kadar fosfor
10-20 ppm
Kadar besi (Fe)
4-10 ppm
Kadar Tokoferols
600-1000 ppm
Digliserida
2-6 %
Bilangan Asam
6,9 mg KOH/g minyak
Bilangan Penyabunan
224-249 mg KOH/g minyak
Bilangan iod (wijs)
44-54
Titik leleh
21-24ºC
Indeks refraksi (40ºC)
36,0-37,5



Palm Kernel Oil (PKO) diperoleh dari bagian kernel buah kelapa sawit (Gambar 28) dengan cara ekstraksi pelarut atau dengan cara pengepresan.  Komponen asam lemak terbesar penyusun PKO adalah asam laurat (Tabel 29).  Hal  ini menjadikan PKO memiliki karakteristik yang mirip dengan minyak kelapa. Sifat fisiko kimia PKO disajikan pada Tabel 30.






      Gambar 28. Bagian – bagian buah kelapa sawit

Tabel 29. Komposisi asam lemak dari PKO

Asam Lemak
Rantai C
Komposisi (% b/b)
Asam Laurat
12:0
47-53
Asam Miristat
14:0
15-19
Asam Palmitat
16:0
8-11
Asam Stearat
18:0
1-3
Asam Oleat
18:1
12-19
Asam Linoleat
18:2
2-4
               Sumber: Hui (1996)
Tabel 30. Sifat fisiko kimia PKO
Sifat Fisiko Kimia
Nilai
Kadar Asam lemak bebas (FFA)
25 % (m/m)
Bilangan Asam
225 mg KOH/g minyak
Bilangan Penyabunan
256 mg KOH/g minyak
Bilangan iod (wijs)
14 - 23
Titik leleh
48ºC


Pembuatan Bio oil Berbasis Limbah Pengolahan Kelapa Sawit




Bio oil adalah bahan bakar cair dari biomassa seperti kayu, kulit kayu, kertas, atau biomassa lainnya, yang diproduksi melalui teknologi pyrolysis (pirolisa) atau fast pyrolysis (pirolisa cepat), berwarna gelap dan memiliki aroma seperti asap. Fast pyrolysis adalah dekomposisi termal dari komponen organik tanpa kehadiran oksigen dalam prosesnya untuk menghasilkan cairan, gas, dan arang.  Cairan yang dihasilkan ini lebih lanjut kita kenal sebagai bio oil. 
      


Proses produksi bio oil dimulai dengan mempersiapkan bahan baku lignoselulosa seperti kayu atau limbah agroindustri menjadi partikel–partikel yang lebih kecil hingga diameter kurang dari 1 mm. Pengecilan ukuran dimaksudkan untuk mempercepat reaksi pirolisis. Bahan kemudian dimasukan ke dalam reaktor yang dipanaskan pada suhu 450 – 500°C tanpa kehadiran oksigen.  Bahan baku akan terbakar dan akan menguap seperti droplet yang dilemparkan air ke dalam permukaan wajan panas. Di dalam reaktor pirolisis, partikel akan dikonversi menjadi uap yang dapat dikondensasi, gas yang tidak dapat dikondensasi, dan padatan arang.  
 


 Produk kemudian ditransportasikan ke dalam cyclone. Di dalam cyclone gas yang dapat dikondensasi akan dikondensasikan dan selanjutnya disebut sebagai bio oil, dan arang yang terbentuk dipisahkan. Sementara itu, gas yang tidak dapat terkondensasi (termasuk di dalamnya CO2, H2, dan CH4) akan dibakar dan dikembalikan ke reaktor untuk menjaga panas dari proses. 

Dalam reaksi produksi bio oil tidak dihasilkan limbah atau zero waste (Gambar 35). 100 % bahan baku dikonversi menjadi bio oil dan arang, sedangkan gas yang tidak dapat dikondensasi dikembalikan ke dalam proses sebagai sumber energi. Tiga produk akhir yang dihasilkan dalam proses pirolisis yaitu : bio oil (60 – 75 wt %), arang (15 – 20 wt %), dan gas tidak terkondensasi (10 – 20 wt %).